Otak Kanan atau Otak kiri sama saja

Setiap orang punya dominannya masing-masing dalam bertindak, berbicara dan melakukan sesuatu apapun itu. Entah gerakan atau tindakan diawali dengan otak kiri (berfikir dulu baru bertindak) atau otak kanan (bertindak dahulu baru berfikir) atau menyinkronkan keduanya menjadi 2 elemen seimbang otak kiri dan otakkanan.
Mana yang paling baik di antara ketiganya itu?
Tidak ada. Semuanya baik dan mempunyai peran strategis di bidangnya masing-masing. orang dominan otak kanan si pemimpi dan penggerak, orang dominan otak kiri si pemikir dan Disiplin.

Otak kanan si pengambil keputusan
Otak kiri yang mengerjakan hasil dari keputusan itu

Otak kanan si pemimpi
Otak kanan yang merencanakan impian itu

Otak kanan Action dulu baru berfikir
Otak kiri Berfikir dulu baru Action

Otak kanan imajinatif
Otak kiri realistis

Otak kanan tak terencana
Otak kiri terencana

Otak kanan emosional
Otak kiri rasional

Dan otak kanan EQ
Otak kiri IQ

Mungkin si otak kanan bilang : kamu tuh rasional banget sih?, dikurangin sih. Beranilah bermimpi!. Kita bisa lakuin yang kita mau!. Itu janji Tuhan kepada kita.

Otak kiri mungkin juga bilang : Kamu tuh pemimpi banget sih?. hidup nyadarlah. Realistis lah. Yang ada yang di lihat. Main aman aja!.

Tidak ada yang salah dengan pendapat masing-masing orang yang berlawan jenis pemikiran itu. Itu sah-sah saja, karena perbedaan itu yang membuat kita unik dan memberikan pelajaran kepada kita untuk menerima perbedaan satu sama lain.

Semuanya berperan besar dalam melakukan sesuatu, tentunya seperti yang saya katakan tadi : DI BIDANGNYA MASING-MASING. Bukan hanya otak kanan saja, atau otak kiri saja.

Tanpa otak kiri, otak kanan tidak bisa membangun suatu perusahaan besar yang maju. Karena perusahaan besar dan maju butuh pemikir-pemikir (otak kiri) yang ulung untuk dapat memberikan efektifitas bekerja sesuai standart dan menjadikan perusahaan itu maju.

Tanpa otak kanan juga,  Perusahaan besar tidak bisa maju. Karena otak kanan yang mempunyai impian, harapan dan motivasi di perusahaan tersebut (pemilik perusahaan biasanya) untuk mengarahkan dan membimbing si pemikir (otak kiri) untuk terus dapat bekerja dengan baik dan bertindak sesuai apa yang di informasikan.

Semuanya bersinergi dengan baik kan?


Jadi mulai sekarang, menerimalah setiap apa yang dilakukan oleh orang yang mempunyai pemikirannya berbeda dengan kita, entah itu orang yang dominan otak kanan atau otak kiri.


Mungkin kamu dominan otak kanan, melihat orang dominan otak kiri yang terlalu banyak berfikir ini dan itu, lalu menjadikan kamu marah dan mau bilang “ gerak dong gerak!. Jangan Cuma mikir terus!”. Tapi kalau tidak berfikir, siapa yang mau berfikir untuk menciptakan perencanaan dari mimpi itu berhasil?

Mungkin kamu dominan otak kiri, melihat seorang dominan otak kanan yang rada di luar dunia realistas, punya dunia yang beda, penuh dengan imajinasi yang di luar jangkauan, dan kamu anggap aneh!. Mungkin ketika orang dominan otak kiri melihat orang dominan otak kanan bermimpi dan gagal, kamu bilang “makanya, terlalu pemimpi sih?. realistis dong!. Yah, yang ada aja. Main amanlah. Gini kan jadinya?”. Tapi, kalau tidak ada si pemimpi, mana ada sekarang benda bernama telpon, komputer atau smartphone canggih yang mungkin kamu sedang pakai.

Itu berawal dari mimpi loh.

Yah, setiap orang dominan otak kanan atau orang dominan otak kiri, semuanya pasti punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Intinya  sih yang harus kita lakukan tetap berusaha untuk saling menerima dan melengkapi.

Pemimpi dan Pemikir



CatatanR




Komentar

Postingan Populer