Hidup itu Pilihan
Hidup itu pilihan.
Sekali lagi saya
katakan, hidup itu memang benar-benar pilihan. Bukan pernyataan kosong, tapi
ini adalah suatu peringatan yang harus diingat-ingat di dalam otak secara nyata.
Kadang orang terlalu
meremehkan kata-kata tersebut dan meninggalkannya begitu saja, terkibas oleh
angin entah kemana. Masuk telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri. Selalu
seperti itu.
Kita memutuskan untuk
memilih dari banyak pilihan yang ada dan seketika itu pula takdir akan dibentuk secara nyata ketika mulai melangkah ke pilihan tersebut.
Tapi kadang ketika
kita melangkah beberapa langkah dan langkah lagi, merasa tidak ikhlas
untuk menjalani pilihan yang telah di pilih. Mungkin banyak resiko?, mungkin
banyak konsekuensi yang harus ditanggung?, dan yang lain-lain. Dan menjadikan setelah itu ingin kembali ke titik awal dimana kita memilih kembali
pilihan-pilihan yang ada dulu.

Tapi seberapa keras ingin kembali ke titik awal di mana kita memilih, pilihan-pilihan tersebut
sudah tidak ada lagi. Karena pilihan yah pilihan, sekedar hadir
kapanpun tanpa kita ketahui.
“ Pilihan atau keputusan
adalah sebuah moment yang tidak kita ketahui datangnya”
Hal yang telah dipilih tidak akan pernah bisa diubah kembali. Begitulah kehidupan bekerja. Tapi
semisal kita bisa kembali ke titik awal kembali, tetap saja masih akan
menjalani resiko dan konsekuensi di dalam pilihan itu. Karena setiap pilihan
pasti mengandung resiko dan konsekuensi. Jadi sama saja.
“Setiap pilihan pasti
mengandung resiko dan konsekuensi”
Bijak untuk memilih
suatu keputusan. tapi jangan terlalu lama untuk memutuskan, karena seperti yang
saya bilang KEPUTUSAN MEMILIH PILIHAN PILIHAN ITU SEPERTI MOMENT, YANG TIDAK
AKAN KITA KETAHUI KAPAN DATANG DAN KAPAN PERGI.
Putuskan dan jangan
sesali itu.
Kita memilih dan
itulah takdir kita.
Saya memutuskan dari
berbagai banyak pilihan dan inilah pilihanku (takdirku).
CatatanR


Komentar
Posting Komentar